Suasana penuh semangat dan antusiasme terasa di Gedung Serbaguna Kalpawidya SMA Negeri 1 Ngaglik pada Kamis, 2 April 2026. Pramuka Kalpawidya menggelar kegiatan sosialisasi dan technical meeting sebagai langkah awal menyambut Perkemahan Pertappa Bhakti ke-28. Kegiatan ini diikuti oleh peserta perkemahan, sangga kerja, serta para pembina pramuka yang siap menyukseskan agenda tahunan tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, sangga kerja menyampaikan berbagai informasi penting terkait pelaksanaan perkemahan, mulai dari konsep kegiatan, teknis pelaksanaan, hingga aturan yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta. Sosialisasi ini bertujuan agar seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Perkemahan Pertappa Bhakti ke-28 tahun ini mengusung tema “Menghidupkan Nilai Kepahlawanan untuk Mewujudkan Generasi Berjiwa Nasionalis” dengan slogan JAGAWIRA: “Jaga Nilai Kepahlawanan, Wujudkan Pramuka Nusantara.” Tema ini menjadi landasan utama dalam seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.

Konsep kegiatan difokuskan pada penanaman dan penguatan nilai-nilai kepahlawanan bangsa Indonesia, seperti semangat juang, rela berkorban, persatuan, kepemimpinan, serta cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan kepramukaan, kebersamaan, serta pengamalan Dasa Darma Pramuka. Selain itu, setiap sangga akan menggunakan nama tokoh pahlawan nasional Indonesia sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi bagi para peserta.

Kemah Pertappa Bhakti merupakan kegiatan tahunan SMA Negeri 1 Ngaglik yang bertujuan membentuk karakter peserta didik melalui pengalaman berkemah, kepemimpinan, dan kebersamaan. Pada pelaksanaan ke-28 ini, kegiatan difokuskan pada upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, serta keteladanan terhadap perjuangan para pahlawan.

Melalui rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan, diharapkan para peserta mampu menginternalisasi nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai pelajar di wilayah Kabupaten Sleman dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan demikian, akan terbentuk generasi pelajar Pancasila yang tangguh, berjiwa patriotik, serta memiliki karakter yang kuat.