Suasana khidmat menyelimuti lapangan utama SMAN 1 Ngaglik pada Senin pagi tanggal 20 Juli 2026. Seluruh murid, guru, dan staf karyawan berkumpul untuk melaksanakan upacara bendera yang dirangkaikan dengan momen istimewa: Deklarasi Warga Sekolah Santun dan Cinta Damai.

Acara yang berlangsung tertib ini terasa semakin spesial dengan hadirnya Wakil Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang bertindak langsung sebagai Pembina Upacara, yaitu Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D.

Pembina Upacara membacakan amanat dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam amanatnya Gubernur DIY mengajak seluruh murid SMA dan SMK se-DIY menyatakan komitmen untuk menolak kekerasan, menolak narkoba dan minuman keras, menolak membawa senjata tajam, menolak segala bentuk kenakalan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, serta bertekad menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter dan bermartabat.

Usai pengibaran bendera, acara dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Warga Sekolah Santun dan Cinta Damai. Seluruh peserta upacara dengan lantang dan penuh penghayatan mengucapkan komitmen bersama untuk:

  • Saling Menghormati: Menjaga kesantunan dalam bertutur kata dan berperilaku, baik antar sesama siswa maupun kepada guru dan tenaga kependidikan.

  • Menolak Kekerasan: Menolak segala bentuk perundungan (bullying), kekerasan fisik, maupun kekerasan verbal di lingkungan sekolah dan media sosial.

  • Berkmitmen untuk menjadi generasi yang bertanggung jawab dan bermoral, serta berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara.

Sebagai simbolisasi dari komitmen tersebut, acara diakhiri dengan penandatanganan spanduk deklarasi oleh Wakil Rektor Universitas Sanata Dharma, Kepala SMAN 1 Ngaglik, perwakilan guru, serta pengurus OSIS, MPK dan perwakilan murid.

Dengan dilaksanakannya deklarasi ini, SMAN 1 Ngaglik kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga ramah, berkarakter, dan membawa kedamaian bagi masyarakat sekitar.