Kamis, 17 Juli 2025, Pramuka Kalpawidya Menyelenggarakan Kegiatan Pramuka Blok yang diperuntukkan kepada siswa-siswi SMA Negeri 1 Ngaglik jenjang kelas 12. Pramuka Blok adalah kegiatan kepramukaan yang dilaksanakan dalam bentuk beragam seperti perkemahan, jelajah alam, permainan, latihan fisik, dan kegiatan lain yang relevan dengan pendidikan kepramukaan. Bersifat wajib dan terjadwal biasanya diawal tahun ajaran baru. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan pendidikan kepramukaan secara menyenangkan dan menantang, serta mendukung perkembangan potensi karakter siswa.
Pada edisi Pramuka Blok kali ini mengambil konsep jelajah alam dengan tema ” Jejak Perjuangan Indonesia ” yang mengandung makna mendalam yang menjadi landasan bagi setiap rangkaian kegiatan dalam Pramuka Blok. Tema ini dipilih untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan semangat juang di kalangan generasi muda, khususnya peserta didik SMA Negeri 1 Ngaglik. Dengan mengangkat tema “Jejak Perjuangan Indonesia”, kegiatan Pramuka Blok di SMA Negeri 1 Ngaglik tidak hanya menjadi kegiatan rutin kepramukaan, tetapi juga menjadi perjalanan spiritual dan intelektual untuk membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, tangguh, dan berjiwa nasionalis.
Mengawali kegiatan dengan Apel Keberangkatan yang dilepas langsung oleh Kakak Kamabigus yaitu Kak Yunan Helmi S, Pd. Mpd. Dimana terdapat 5 pos yang harus menempuh perjalanan sejauh 10 Km dimana melewati tempat tempat bersejarah mengenai perjuangan rakyat Indonesia, ini menjadi landasan untuk mengenali Perjuangan Rakyat Indonesia terutama di Kelurahan Donoharjo. Dengan pos 2 berada di Pasar Perjuangan Srowolan peserta mengenal bukan hanya mengenal pasar perjuangan tersebut tetapi dapat mengenal Sanggar Budaya Sayuti Melik.
Terletak di sebelah utara Pasar Srowolan, yang dikenal sebagai “Pasar Perjuangan” karena pernah menjadi pusat koordinasi dan logistik para pejuang saat Agresi Militer Belanda. Sanggar ini dibangun sebagai penghormatan terhadap Sayuti Melik (Mohamad Ibnu Sayuti), sosok penting dalam sejarah karena mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Menginjak di pos 3 yang berada di Sendang Tirtomoyo atau Sendang Silerak di Padukuhan Ngepas Kidul, Desa Donoharjo, Ngaglik, Sleman. Tak banyak sejarah yang tersisa tentang sendang Tirtomoyo. Hanya sepenggal-sepenggal cerita-cerita dari orang-orang tua di sana yang diwariskan kepada generasi sekarang. “Ada yang bilang itu sudah ada sejak zaman Mataram Kuno, tapi ada prasasti di sendang itu yang nyebutin dibangun tahun 1870,” lanjutnya. Ada juga versi sejarah lain yang menyebutkan bahwa sendang ini dibangun oleh para pendeta untuk menyucikan diri. Konon, sendang ini menjadi tempat pemandian bidadari kayangan yang menjelma menjadi manusia. Tapi tak ada yang tahu, siapa sebenarnya sosok bidadari itu.
Selain pos 2 dan pos 3 yang penuh sejarah dan makna, siswa-siswi juga melewati dan menjalankan tugas di pos 4 dan 5 yang berada di Kelurahan Donoharjo. Dimana Kelurahan Donoharjo merupakan saksi biksu perjuangan rakyat Indonesia dalam kemerdekaan Indonesia dimana terdapat pahlawan yang gugur dimedan perang di Kelurahan Donoharjo.
Pramuka Blok kali ini mengajarkan para siswa-siswi untuk mengenal lebih jauh sejarah perjuangan Indonesia dalam kemerdekaan melawan penjajah serta dapat mengenali lebih mendalam terkait penjelajahan alam.