Keluarga besar SMA Negeri 1 Ngaglik turut menyemarakkan peringatan Hari Jadi ke-271 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026. Berbeda dengan upacara bendera pada umumnya, upacara kali ini dilaksanakan dengan nuansa kental adat Jawa, mulai dari tata cara hingga busana yang dikenakan.

Seluruh peserta upacara, baik murid, guru, maupun staf karyawan, tampak kompak mengenakan Pakaian Khas Yogyakarta (Gagrak Ngayogyakarta). Murid laki-laki mengenakan surjan lengkap dengan blangkon dan kain jarik, sementara murid perempuan mengenakan kebaya.

Keistimewaan upacara ini semakin terasa dengan penggunaan Bahasa Jawa secara penuh dalam setiap tahapannya. Mulai dari aba-aba komandan upacara, laporan pemimpin barisan, hingga pembacaan naskah sambutan Gubernur DIY, semuanya disampaikan dalam bahasa ibu masyarakat Yogyakarta tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 1 Ngaglik, Bapak Yunan Helmi S., S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa cinta terhadap budaya sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai keistimewaan DIY di lingkungan sekolah. Tema Hari Jadi ke-271 DIY tahun ini, yakni “Mulat Sarira Jumangkah Jantraning Laku”, menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk selalu melakukan refleksi diri demi melangkah lebih baik di masa depan.

Selain upacara, peringatan hari jadi ini juga menjadi momentum bagi murid untuk mengenal lebih dalam sejarah berdirinya Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat yang berakar dari peristiwa Perjanjian Giyanti pada 13 Maret 1755.

Dengan semangat, peringatan hari jadi DIY di SMAN 1 Ngaglik ini diharapkan mampu memperkuat jati diri generasi muda Yogyakarta yang tetap teguh memegang nilai luhur di tengah arus modernisasi.